//
you're reading...
Lainnya, Xhare dalam Bahasa

Lamban(g) Resmi HUT RI ke 63


Konon ada seorang bijak berpesan bahwa kalo makan itu harus sampai kenyang. Jangan hanya sampai kenyan. Karena pasti nggak enak banget rasanya kalo cuman sampe kenyan. Kayaknya kurang pol gitu. Serasa masih ada yang kurang.

Sama seperti perjuangan. Kita harus berjuang sekuat-kuatnya agar bisa merdeka. Jangan sampai hanya merdek. Rasanya kurang berhasil sebuah perjuangan kalo hanya bisa merdek. Coba anda berteriak, “Merdek!”. Kan? Nggak enak banget, kan? Tapi beda rasanya kalau kita berteriak, “Merdeka…!”. Wuih rasanya memang benar-benar bebas. Dan lebih pantas kelihatannya, bila saya tuliskan kata ‘merdeka’ diikuti titik-titik plus tanda seru dibelakangnya. Bunyinya jadi, “Merdekaaaaa”. Mantap rasanya.

Tapi kalo di belakang kata ‘merdek’ saya paksakan ditulis begitu, bunyinya mungkin jadi, “Merdekkkkkkkkkk”. Kayak kecekik.

Sampul buku Republik Funky karangan Harry Roesli. Buku tersebut bisa anda dapatkan di inibuku.com

Sampul buku "Republik Funky" karangan Harry Roesli. Buku tersebut bisa anda dapatkan di inibuku.com

Tulisan diatas saya sadur dari tulisan Almarhum Kang Harry Roesli yang saya kagumi di harian Kompas, yang kalo ngga salah di rubrik Asal Usul. Tapi tanggalnya saya lupa. Yang saya ingat hanya tulisan itu dimuat bertepatan dengan momentum HUT RI beberapa bulan atau tahun sebelum Kang Harry kembali ke pangkuan Tuhan.

Tulisannya sih nggak persis seperti itu. Tapi tulisan beliau yang satu itu selalu saya ingat di benak saya. Banyak pesan moral yang dapat kita simpulkan sekelumit tulisan Kang Harry. Beliau memang seorang jenius nan kreatif serta komunikatif. Semoga di akhirat Tuhan membalas kebaikan beliau di dunia.

Dalam momentum hari kemerdekaan ini, Pemerintah RI melalui Kantor Menteri Sekretaris Negara RI merilis sebuah logo atau lambang resmi HUT RI yang ke 63 yang dapat didonlod di portal http://www.indonesia.go.id. “Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Lanjutkan Pembangunan Ekonomi Menuju Peningkatan Kesejahteraan Rakyat, serta Kita Perkuat Ketahanan Nasional Menghadapi Tantangan Global” itulah tema yang diusung dalam perayaan ini.

Kalo ingat tulisan Kang Harry diatas tadi, tema seperti itu menurut saya belum bisa dikatakan tema, tapi hanya bisa dikatakan sebagai tem. Tem? Apaan tuh?

Mungkin ‘tem’ adalah kata dasar dari ‘ngetem‘. Persis seperti bis kota dan angkot di Jakarta yang suka ngetem di sembarang tempat. Mereka tidak peduli penumpangnya kepanasan dengan sabar (atau memang segan untuk berbuat sesuatu) menunggu kendaraan yang ditumpanginya kembali bergerak (hingga tempat ngetem berikutnya). Sang Supir pun tak peduli betapa falesnya kendaraan-kendaraan pribadi yang ada di belakangnya menyuguhkan orkestra dengan klakson bertubi-tubi. Yang penting ngetem. Kalo nggak ngetem, mana dapat duit. Mungkin begitulah pikiran mereka.

Entah mengapa pemerintah ikutan ‘ngetem’ dengan kalimat sepanjang itu. Si Pemtehutrinamga (Pembuat Tema HUT RI ke 63) tidak peduli kalau tidak semua orang memahami makna dari tema tersebut. Pemtehutrinamga juga tidak peduli bahwa slogan seperti itu sulit untuk diingat. Bahkan saya ragu kalo Pemtehutrinamga ingat, paham, dan melaksanakan pesan dari tema ini. Yang penting bikin slogan. Kalo nggak bikin, nggak bisa ngejar setoran. Mungkin itu pikiran Pemtehutrinamga.

Melihat kondisi sekarang ini dimana harga BBM dan barang kebutuhan pokok begitu tinggi dan memberatkan masyarakat, slogan tersebut akan lebih membebankan tanggungjawab besar.

Kalo saya sih yang realistis aja. Sekarang yang penting kita terus berjuang dari diri sendiri dan keluarga aja dulu. Bukan berarti egois. Artinya kita terus berjuang untuk tetap hidup dan mandiri, tidak bergantung pada pemerintah. Kalo kita udah bisa mandiri, Insya Allah kita bisa membantu orang lain yang untuk ikut mandiri. Dengan begini kita akan menang.

Jadi, saya lebih suka menyingkat slogan resmi tersebut menjadi,”Terus Berjuang, Pasti Menang”. Saya tidak mengada-ada dengan slogan pendek ini. Ini saya sarikan dari pesan Tuhan. Saya yakin kalo pesan ini tersirat atau bahkan tersurat dalam Kitab Suci agama apapun.

Logo resmi HUT RI ke 63 yang dirilis Pemerintah RI dapat didonlod dari www.indonesia.go.id

Logo resmi HUT RI ke 63 yang dirilis Pemerintah RI dapat didonlod dari http://www.indonesia.go.id

Kembali ke senada pesan Kang Harry, rilisan logo resmi HUT RI ke 63 itu menurut saya belumlah menjadi ‘lambang’. Itu hanya baru menjadi ‘lamban’. Betapa tidak menjadi lamban kalau logo yang dirilis disediakan hanya dalam format bitmap (JPG) bukan vector. Para disainer grafis, operator layout, dan tukang sablon harus ngepet (nge-path, tracing maksudnya) ulang logo yang didonlod dari portal Pemerintah RI tersebut untuk berbagai keperluan pra-cetak masyarakat dalam merayakan Hari Kemerdekaan RI ini.

Saya tidak suka dengan sepakbola. Tapi saya ikutan nonton final Piala Eropa. Yah, sekadar untuk tren dan bersilaturrahim dengan teman-teman yang 84,23% suka bola.

Sama seperti logo resmi HUT RI tersebut, saya pun kurang menyukainya. Karena menurut saya kurang bermakna. Tapi saya pun ikutan tren untuk menggunakan logo tersebut. Sami’na wa ‘a tho’ na. Akhirnya saya pun ikutan ngepet untuk membantu panitia HUT RI Surau Baitul Amin.

Sebagai sumbangsih saya dalam memeriahkan momentum hari kemerdekaan ini, maka hasil petan (tracing) itu saya sebarkan untuk anda yang memerlukan. Anda bisa mendapatkan lambang HUT RI ke 63 dalam bentuk vector dengan ekstensi EPS yang saya buat di Adobe Illustrator. Untuk mendonlodnya silahkan klik disini. Bila memerlukan format file yang lain, silahkan tinggalkan komentar anda. Kalo ada kesempatan, Insya Allah saya akan senang membantu anda.

Saya juga membuat logo HUT RI versi saya sendiri dengan tema “Tetap Berjuang, Pasti Menang!”. Tapi belum sempat saya upload sekarang. Tapi ada logo yang menurut saya keren yang dibuat oleh ecodezign. Lihat deh.

Gitu aja, semoga di umur ke 63 tahun republik ini rakyat semakin merdeka dalam arti yang baik. Amin.

Merdeka!

Discussion

2 thoughts on “Lamban(g) Resmi HUT RI ke 63

  1. jooo…minta logo kemerdekaan serta ultah kampus dong…

    Posted by uconk | August 14, 2008, 3:23 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Susahnya cari logo resmi hut RI ke-63 - August 16, 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: