//
home

Latest Post

Menit-menit yang luput dari catatan sejarah Indonesia

Originally posted on Padepokan Kafil Yamin:
Pengantar: Bukanlah maksud saya hendak mengutik-ngutik ‘nasi yang sudah menjadi bubur’ dengan tulisan ini. Semata-mata saya bersaksi. Kesaksian harus disampaikan, betapapun tidak populernya. Betapapun terpinggirkannya. Kebetulan saya saksi. Saksi harus bicara. Atau, kalau kata ‘kesaksian’ terdengar teralu resmi. Ya sudah, saya menuliskan sebuah kenangan saja. Namun lebih dari itu…

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.